Skip navigation

Dalam mata kuliah Ilmu Budaya Sosial dipelajari tentang unsur Manusia. Apa itu manusia??

Di dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi).

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosilogi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsure-unsur yang membangun manusia:

• Unsur-unsur yang membangun manusia

1. Pandangan Manusia terdiri dari empat unsur :
– Jasad
– Hayat
– Ruh
– Nafs

2. Pandangan Manusia sebagai satu kepribadian :

- ID = yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak

- Ego = merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari id, sering kali disebut kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain

- Superego = merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia 5 tahun. Dibandingkan id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.

• Hakekat Manusia

a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat di raba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jiwa adalahroh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian, dalam diri manusia ada 2 macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.

Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindera, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, missal:

1. Perasaan intelektual

2. perasaan estesis

3. Perasaan etis

4. Perasaan diri

5. Perasaan social

6. Perasaan religius

c. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi

Sebagai makhluk budayawi manusia dapat di pelajari dari segi-segi: kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya

• Kepribradian Bangsa Timur

menurut Francis L.K Hsu, sarjana Amerika Keturunan Cina yang mengkombinasikan dirinya dalam keahlian di bidang Ilmu Antropologi, ilmu Psikologi, ilmu Filsafat dan kesustraan cina klasik. Sampai sekarang, Ilmu psikologi di Negara-negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu. Sebaliknya ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep-konsp yang dapat menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dan lingkungan social budayanya.

Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, maka Hsu mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk social budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.

Nomor 7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar, nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious), nomor 4 disebut kesadaran yang di nyatakan (expressed conscious), nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, nomor 1 di sebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adapt yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, nomor 0 disebut lingkaran dunia luar.Contoh: anggapan seorang pelajar Indonesia yang tak pernah keluar negeri; tentang Negara Amerika, anggapan seorang pegawai rendahan di suatu departemen di Jakarta tentang kota Kopenhagen, dan sebagainya.

Menurut Francis L.K Hsu, makhluk manusia masih memerlukan suatu daerah isi jiwa tambahan untuk memuaskan suatu kebutuhan rohaniah yang bersifat fundamental dalam hidup manusia. Konsep yang dapat dipakai sebagai landasan untuk mengembangkan konsep lain itu, menrut Francis L.K Hsu adalah konsep Jen dalam kebudayaan Cina, Yaitu manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkpribadian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: